Percobaan Atwood

| Senin, 06 Februari 2017 | |

                                                               LATAR BELAKANG

Pada modul berikut ini, kita akan mencoba menjawab pertanyaan “Apa yang menyebabkan benda bergerak?”. Bangsa Yunani, sejak zaman dahulu telah yakin bahwa tarikan atau dorongan, yang disebut gaya, adalah yang menyebabkan sebuah benda bergerak dan tanpa adanya gaya, sebuah benda yang sedang bergerak akan segera berhenti. Sebuah benda yang sedang diam, yang berarti bahwa bila tidak ada gaya yang bekerja, sebuah benda akan terus diam. Tampaknya, pandangan bangsa Yunani ini beralasan, tetapi akan kita ketahui nanti bahwa ternyata pandangan tersebut tidak tepat.
Orang yang pertama menyangkal pandangan kuno bangsa Yunani tersebut adalah Galileo. Menurut “prinsip inersia” yang diusulkan Galileo, sebuah benda yang sedang bergerak pada permukaan horizontal yang licin sempurna (tanpa gesekan) akan tetap terus bergerak dengan kelajuan sempurna.


Berdasarkan pada pendapat Galileo tersebut, pada tahun 1678 Isaac Newton menyatakan hukum pertamanya tentang gerak, yang sekarang kita kenal sebagai Hukum I Newton, kemudian ia pun mengemukakan Hukum II dan Hukum III Newton. Sebuah benda yang mula-mula diam, akan dapat bergerak jika mendapat pengaruh atau penyebab yang bekerja pada benda tersebut. Penyebabnya dapat berupa pukulan, tendangan, sundulan, atau lemparan. Dalam Fisika, penyebab gerak tersebut dinamakan gaya. Ilmu yang mempelajari tentang gerak dengan memperhitungkan gaya penyebab dari gerak tersebut dinamakan dinamika gerak. Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa orang yang sangat berjasa dalam kajian Fisika tentang dinamika adalah Sir Isaac Newton.

Newton menyadari bahwa pengalaman sehari-hari membuat kita sukar memahami hubungan antara gaya dan gerak. Kita terbiasa melihat benda yang bergerak menjadi lambat dan kemudian berhenti tanpa terlihat adanya gaya



yang bekerja pada benda tersebut. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bagaimana gaya dapat menghasilkan gerak.
Dalam percobaan kali ini pun kita akan menyelidiki apakah hukum Newton tersebut dapat diaplikasikan terhadap alat peraga berupa pesawat atwood dengan menghubungkan gejala-gejala yang terjadi dengan hukum-hukum Newton.

1.2  Tujuan

1.2.1        Menyelesaikan soal-soal tentang gerak translasi dan rotasi dengan menggunakan Hukum Newton.
1.2.2        Melakukan percobaan Atwood untuk memeperlihatkan berlakunya Hukum Newton dan menghitung momen inersia katrol.                         

                                                          
                                                          
                                                            TINJAUAN PUSTAKA

 2.1 Pesawat Atwood

Pesawat atwood adalah alat yang digunakan untuk yang menjelaskan hubungan antara tegangan, energi pontensial dan energi kinetik dengan menggunakan 2 pemberat (massa berbeda) dihubungkan dengan tali pada sebuah katrol. Benda yang yang lebih berat diletakan lebih tinggi posisinya dibanding yang lebih ringan. Jadi benda yang berat akan turun karena gravitasi dan menarik benda yang lebih ringan karena ada tali dan katrol.




METODE PERCOBAAN

3.1   Alat dan Bahan

3.1.1   Pesawat Atwood yang terdiri dari (gambar 2).

3.1.1.1    Tiang yang berskala R yang ujung atasnya terdapat katrol p

3.1.1.2      Tali penggantung yang massanya dapat diabaikan.

3.1.1.3    Dua beban M1 dan M2 berbentuk silinder dengan massa sama masing-masing M yang diikatkan menggantung.
3.1.1.4   Dua beban tambahan dengan massa masing-masing m1 dan m2.

3.1.1.5     Genggaman G dengan pegas S, penahan beban B, penahan beban tambahan A yang berlubang.

3.1.2   Stopwatch

3.1.3   Neraca Teknis

3.1.4   Kertas Grafik (milimeter)


3.2   Prosedur

3.2.1        Mengambil alt-alat yang diperlukan.

3.2.2        Menimbang dan mencatat M1 dan M2 serta m1 dan m2.

3.2.3        Memasang genggaman G, penahan beban B dan penahan beban tambahan A.

3.2.4        Menggantungkan M1 dan M2 pada ujung-ujung tali dan memasangkannya pada katrol (lihat gambar 2). Memasang M1 pada genggaman dan menyelidiki apakah tiang sejajar dengan tali.

3.2.5        Setelah tiang sejajar, menekan S dan menuliskan apa yang terjadi dan memberi penjelasan.



3.2.6        Setelah pesawat bekerja dengan baik, memasang M1 pada genggaman G, dan menambahkan m1 dan M2. Mencatat kedudukan C,kedudukan penahan A dan kedudukan penahan B pada tiang berskala.

3.2.7        Melepaskan M1 dari G dengan menekan S. Mencatat tAB, yaitu waktu yang diperlukan oleh M2 (setelah m1 tersangkut pada A) untuk menempuh jarak XAB (=AB).

3.2.8        Mengganti m1 dengan m2, kemudian melakukan percobaan poin 3.2.7.

3.2.9        Mengubah jarak XAB dengan cara mengubah kedudukan B, sedangkan kedudukan Cdan A tetap dan mengulangi poin (3.2.7) dan (3.2.8).
3.2.10    Mengubah lagi jarak XAB dan ulangi percobaan lagi.

3.2.11    Memuat grafik antara XAB terhadap tAB untuk masing-masing beban tambahan m1 dan m2. Bandingkan dengan hukum II Newton.

3.2.12    Dari grafik tersebut, menghitung kecepatan M2 setelah melalui A untuk masing-masing beban tambahan.
3.2.13    Mengatur kedudukan A, B, C. Sebaiknya CA cukup jauh, sedangkan AB dekat. Catat kedudukan C dan A, pasang M1 pada G dan tambahkan m1 pada M2.

3.2.14    Melepaskan M1 dari G. Catat tCA.

3.2.15    Mengganti m1 dengan m2, lakukan lagi seperti tahap sebelumnya.

3.2.16    Mengubah jarak XCA dengan mengubah kedudukan G. Catat kedudukan C dan lakukan lagi seperti tahap sebelumnya.
3.2.17    Mengubah jarak XCA sekali lagi, catat kedudukan C dan ulangi tahapan sebelumnya.
3.2.18    Membuat grafik antara XCA terhadap tCA2 untuk masing-masing beban tambahan m1 dan m2. Bandingkan dengan hukum Newton.

3.2.19    Dari grafik tersebut, menghitung percepatan M2 dengan masing-masing beban tambahan.

3.2.20    Hitung momen inersia katrol dari percobaan, jika M2 ditambah m1 dan jika M2 ditambah m2.
 


                 DAFTAR PUSTAKA


Dr. Ir. Bob Foster, M.M. 2004 Terpadu FISIKA SMA. Jakarta : Erlangga Kanginan, Martehen. 1995. Fisika Jilid IA. Jakarta: Erlengga

Zaida. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. UNPAD : Jatinangor. http://www.scribd.com/doc/38325752/Pesawat-atwood 8 Desember 2010, pukul 22:26 WIB

(Sumber : https://nurfauziawati.files.wordpress.com/2012/01/modul-2-pesawat-atwood1.pdf )
edit

Tidak ada komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama
Diberdayakan oleh Blogger.
Assalamu'alaikum.. Thanks for coming guys. Semoga bermanfaat selalu ^^)/

About me ? It's me !

My Visitors

Blog Archive

Translate here ^^,

Search This Blog

Pinterest Gallery

featured Slider

Popular Posts

featured Slider

BTemplates.com

Like us

Back Again (y)

Thanks

find me?!

Tw: @nadyaism_
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content MiniNote